About

Pages

Indostar Tv

Thursday, 3 January 2013

usaha ternak puyuh


SATU
PROSPEK TERNAK PUYUH
A.    Latar belakang usaha ternak puyuh
Ternak puyuh masih sangat prospektif, artinya masih memiliki peluang pasar yang sangat besar. Beternak puyuh  bisa mendatangkan keuntungan karena tidak hanya telur puyuh yang bisa dijual, tetapi kebutuhan daging puyuh 
B.     Bagian bagian apa saja yang bisa dimanfaatkan dari puyuh
Pada dasarnya, semua bagian tubuh puyuh bisa dimanfaatkan. Namun, sampai saat ini, masih ada bagian tubuh puyuh yang belum dimanfaatkan, yaitu bulunya. Belum adaorang yang memiliki ide untuk membuat barang kerajinan dari bulu puyuh. Keadaan ini merupakan tantangan semua pihak untuk mengembangkan ide dan kreatifitasnya, sehingga tercipta barang kerajinan baru yang terbuat dari bulu puyuh.
Bagian bagian tubuh puyuh yang sudah banyak dimanfaatkan antara lain:
1.      Telur
Telur merupakan produk utama yang dihasilkan puyuh. Telur puyuh dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bisa dimasak dengan campuran sayuran atau dimasak telur puyuh saja, serta dijadikan campuran minum jamu. Kandungan gizi telur puyuh tidak kalah dengan kandungan gizi telur ternak unggas yang lainnya.
2.      Daging
Umumnya, peternak tidak sembarangan memilih puyuh untuk dikonsumsi dagingnya. Daging puyuh diambil dari puyuh jantan yang tidak lolos seleksi sebagai induk atau puyuh betina yang kemampuan bertelurnya sudah tidak produktif (induk apkir). Harga  daging puyuh sangat variatif. Harga daging puyuh betina hasil apkiran sekitar Rp.2.000,  - Rp.2.500  perekor, harga daging puyuh jantan  lebih murah daripada daging puyuh betina, selisih harga nya sekitar Rp 200 – 400 per ekor dibawah harga betina.
Saat ini hanya beberapa supermarket yang menyediakan daging burung puyuh yang dijual dalam bentuk karkas. Daerah yang sudah banyak menyediakan dan masyarakatnya sudah familiar (mengenal) daging puyuh adalah propinsi jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Di beberapa kota kedua propinsi ini, daging burung puyuh mudah dijumpai dirumah makan. Di sepanjang jalan Malioboro Yogyakarta sangat mudah menemukan warung warung lesehan yang menawarkan menu daging burung puyuh. Daging burung puyuh kendati ukurannya tidak sebesar daging ayam atau merpati, tetapi rasanya tidak kalah gurihdan lezat, disamping itu kandungan gizinya juga bisa diandalkan.
3.      Kotoran puyuh
Kotoran puyuh dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang dan pakan ikan, terutama ikan lele. Kotoran puyuh yang akan dijadikan pakan ikan lele sebaiknya dibiarkan dulu sampai beberapa hari hingga banyak belatung dan cacing yang berfungsi sebagai sumber protein bagi ikan lele tersebut. Harga kotoran puyuh bervariasi, harganya bisa mencapai Rp 2.000 – 5.000 per karung bekas pakan, tetapi ada pula yang diberikan cuma cuma ataupun dibuang karena tiap hari produksi kotoran sangat melimpah


DUA
PERENCANAAN  USAHA
A.    Memastikan peluang pasar
Sebelum memulai usaha ternak puyuh, kita harus mengetahui peluang pasarnya.Apakah ada konsumen yang membutuhkan produk puyuh terutama telur dan beberapa kapasitas yang belum terpenuhi? Bagaimana peluang pasar dari produk produk sampingan puyuh seperti daging dan kotorannya? Informasi ini sangat berharga untuk memulai usaha ternak puyuh.
Pasar merupakan mekanisme kuat yang mempengaruhi keberlangsungan dan keberhasilan usaha. Apabila kita yakin bahwa peluang pasar baik, dalam arti masih ada konsumen  yang membutuhkan atau permintaan konsumen terus meningkat, ternak puyuh bisa dilakukan, tetapi apabila peluang pasar ada pada titik jenuh, jangan coba coba membuka peternakan puyuhkarena akan rugi
B.     Memastikan motivasi usaha
Kalau anda sudah memastikan peluang pasar yang matang, langkah berikutnya adalah motivasi usaha atau motivasi kerja, sehebat apapun peluang pasar kalau tidak ada motivasi usaha ataupun motivasi kerja, maka peluang itu tidak akan memberi manfaat. Kekuatan motivasi usaha dan motivasi kerjaakan membawa keberhasilan usaha, karena seseorang yang memiliki motivasi usaha dan kerja yang kuat, dia tidak akan menyerah begitu saja apabila menghadapi berbagai permasalahan, dia akan lebih kreatif dan selalu gigih mencari solusi demi keberhasilan usahanya.
C.     Mempersiapkan modal yang cukup
Tidak bisa disangkal bahwa modal merupakan faktor yang menentukan dimulainya suatu usaha, termasuk usaha ternak puyuh. Tetapi kesiapan modal juga tetap harus dibarengi dengan kesiapan kesiapan lainnya seperti peluang pasar dan lain lain. Permodalan yang kuat dibarengi dengan motivasi usaha dan peluang pasar yang pasti merupakan satu kesatuan dalam usaha ternak puyuh ini.


TIGA
MEMULAI KEGIATAN TERNAK PUYUH
A.    Persiapan kandang dan peralatan lainnya
Bahan yang baik untuk kandang puyuh adalah kayu karena lebih awet dan lebih rapi. Kandang dari kayu akan tahan hingga 4 tahun lebih. Perbaikan yang sering dilakukan adalah mengganti kawat dinding karena sudah berkarat atau rapuh, tempat pakan dan tempat air minum dalam kandang bisa dari kayu ataupun menggunakan pipa peralon yang dibentuk, kalau tempat minum bisa menggunakan alat minum yang sudah jadi(beli ditoko peralatan ternak).
Berdasarkan pengalaman salah seorang peternak puyuh yang sudah berpengalaman lebih dari 7 tahun yang berdomisili di kelurahan windusengkahan Kuningan, bahan bahan yang diperlukan untuk kandang kapasitas 2000 ekor puyuh diantaranya:
-          400 batang kayu reng  X @ Rp.6.000,-                                              Rp 2.400.000,-
-          Ram kawat  20 meter X @ Rp 11.000,-                                              Rp    220.000,-
-          Paku reng kayu 5kg X @ Rp 14.000,-                                                Rp      70.000,-
-          Paku ram kawat 5 kg X @ Rp 14.000,-                                              Rp      70.000,-
-          Karung untuk lapisan bawah penyangga kotoran 50 X @Rp 2.000,- Rp     100.000,-
-          Tempat minum 50 X @Rp 11.000,-                                                   Rp    550.000,-
-          Upah pembuatan kandang untuk 2 orang X 2 minggu                        Rp 1.500.000,-
-          J U M L A H                                                                                    Rp.  4.910.000,-

B.     Penetasan telur
Para peternak besar umumnya menyediakan anak puyuh sendiri, untuk itu perlu disediakan mesin penetasan telur. Mesin penetas perlu dibuat dalam ukuran besar sehingga mampu menampung ratusan telur sekaligus, mesin penetas  telur yang standar bisa dipesan kepada seseorang yang sudah berpengalaman membuat dan merakit alat penetas telur tersebut, harganya berkisar antara Rp 800.000,- hingga Rp 1.500.000,-.
Proses penetasan telur dari awal hingga menetas harus betul betul diperhatikan, artinya seorang pemula harus selalu berkonsultasi kepada para ahli dibidang peternakan puyuh  atau bisa meminta didampingi oleh peternak yang sudah berpengalaman. Masa pengeraman telur hingga menetas sekitar 21 hari.
C.     Pemeliharaan anak puyuh (masa starter)
Pemeliharaan masa starter dilakukan terhadap anak puyuh yang berumur 1 hari sampai 2-3 minggu. Periode umur ini anak puyuh sangat sensitif terhadap luka. Luka sedikit saja dapat berakibat fatal. Tingkat kepadatan kandang sangat bergantung pada umur puyuh. Kandang ukuran 1 m2 dapat menampung sekitar 100 ekor anak puyuh yang berumur 1-10 hari, anak puyuh yang berumur lebih dari 10 hari kepadatan kandangnya harus dikurangi menjadi 60 ekor per m2.
D.    Pemeliharaan masa grower (usia 3-6 minggu)
Ketika memasuki fase ini, dilakukan pemisahan atau penggabungan puyuh jantan dan betina. Pemisahan dan penggabungan tersebut tergantung pada tujuan pemeliharaan, untuk penghasil bibit, petelur, atau pedagingh. Bila usaha pembibitan yang dipilih, puyuh jantan dan betina digabung dalam satu kandang dengan perbandingan 1:3. Puyuh puyuh tersebut ditempatkan dalam kandang kandang khusus pembibitan. Lain halnya apabila yang diusahakan puyuh petelur. Untuk puyuh petelur, satu kandang dihuni oleh puyuh betina saja. Kandang dirancang khusus pemeliharaan puyuh petelur. Untuk puyuh pedaging, puyuh jantan dan betina dicampur dalam satu kandang.
E.     Pemeliharaan masa Layer (usia 6 minggu keatas)
Pada umur ini, puyuh bibit petelur sudah siap menghasilkan telur. Puyuh pedaging sudah bisa dipotong untuk dijual dagingnya.


EMPAT
PERKEMBANGAN DAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PUYUH
A.    Faktor faktor apa yang mempengaruhi produktifitas puyuh
Faktor yang sangat mempengaruhi produktifitas puyuh adalah pakan dan air minum. Selain itu, didukung oleh faktor lain  seperti kandang, umur puyuh, cara memelihara, dan pengendalian penyakit.
Apabila pakan diganti ganti akan menyebabkan puyuh menjadi stres dan produksi telur menurun, pemberian pakan tersebut jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak, harus sesuai dengan kebutuhan puyuh karena pakan berfungsi untuk pertumbuhan, membantu proses reproduksi dan produksi.
Setiap peternak memiliki takaran pakan yang berbeda beda, namun secara umum mereka memberikan pakan sebanyak 20-30 gram perhari
Pemberian minum dilakukan setiap pemberian pakan, vitamin tambahan ataupun obat obatan bisa dicampurkan kedalam air minum. Faktor lain yang sangat berpengaruh yaitu pemeliharaan kandang yang diantaranya kebersihan yang selalu harus dijaga. Kotoran kotoran harus dibersihkan setiap hari, karena pengendapan dan penumpukkan kotoran bisa menimbulkan penyakit yang akhirnya banyak terjadi kematian dan produktifitas menurun drastis.
B.     Umur produktifitas
Kemampuan produksi telur puyuh sangat dipengaruhi umur puyuh. Puyuh betina mulai bertelur pada umur sekitar 42 hari. Pada permulaan masa bertelur, produksi telurnya akan cepat meningkat sesuai dengan bertambahnya umur. Puyuh mencapai puncak produksi lebih dari 80% pada minggu ke-13. Setelah berumur 26 minggu, produksi telur akan menurun drastis. Penurunan ini diikuti dengan menurunnya berat badan puyuh. Penurunan produksi diduga karena menurunnya produksi hormon luteinuizing yang berfungsi untuk merangsang terjadinya ovulasi


LIMA
ANALISA USAHA
Puyuh mulai bertelur diusia 40 hari selama 320 hari, dalam satu tahun produksi per ekor mencapai 275 butir. Apabila diasumsikan 1 hari = 0,77 butir berrati produksi telur 246,4 butir/ekor/tahun. Harga telur saat ini mencapai Rp 200,- perbutir
Analisa usaha ternak puyuh kapasitas 2000 ekor
a.       Investasi kandang (investasi untuk 4 tahun)
-          400 batang kayu reng  X @ Rp.6.000,-                                              Rp 2.400.000,-
-          Ram kawat  20 meter X @ Rp 11.000,-                                              Rp    220.000,-
-          Paku reng kayu 5kg X @ Rp 14.000,-                                                Rp      70.000,-
-          Paku ram kawat 5 kg X @ Rp 14.000,-                                              Rp      70.000,-
-          Karung untuk lapisan bawah penyangga kotoran 50 X @Rp 2.000,- Rp     100.000,-
-          Tempat minum 50 X @Rp 11.000,-                                                   Rp    550.000,-
-          Upah pembuatan kandang untuk 2 orang X 2 minggu                        Rp 1.500.000,-
           J U M L A H                                                                               Rp.  4.910.000,-
b.      Pembelian anak puyuh, pakan dan biaya operasional (investasi dan biaya tahunan)
-          Harga anak puyuh (DOQ) @Rp 3.025,- X 2000                                Rp 6.050.000,-
-          Pakan bulan pertama
14 gram X 2000 X 32 hari = 448 kg X Rp 5.130,-                             Rp 4.596.480,-
-          Pakan bulan berikutnya
24 gram X 2000 X 280 hari= 6720 kg X Rp 5.130,-                          Rp68.947.200,-
Vaksin dan obat                                                                                 Rp     550.000,-
Tenaga kerja Rp 450.000 X 2org X  12 bulan                                   Rp 10.800.000,-
Biaya pemeliharaan kandang 25%X biaya kandang                          Rp  1.227.500,-
Jumlah                                                                                               Rp 92.171.180,-

Asumsi hasil yang diperoleh setiap tahun
a.       Produksi telur, daging dan kotoran  pertahun
-   246,4 butir X 1000 ekor X Rp 200,-                                             Rp 98.560.000,-
-   dengan resiko kematian 20%, daging 1600 ekor X Rp 2.000,-      Rp   3.200.000,-
-   kotoran 2 karung perhari X 320 hari X Rp 2.500,-                    Rp.   1.600.000,-
Jumlah                                                                                         Rp. 103.360.000,- 
Perhitungan hasil tahunan dikurangi modal dan biaya tahunan 
Rp 103.360.000,  -  Rp. 92.171.180,-    =  Rp. 11.188.820,-
Semua perhitungan diatas adalah skala 2000 ekor, namun sebagian besar peternak rata rata memelihara dan beternak puyuh dalam kapasitas 4000- 6000 ekor puyuh.
Pada periode berikutnya atau tahun kedua dan selanjutnya, keuntungan bisa lebih dari perhitungan diatas, karena modal pembelian anak puyuh bisa berkurang dengan cara membuat dan mengembangkan dengan penetasan telur, sehingga bisa menghasilkan anak puyuh tanpa harus membeli.
Tetapi semua perhitungan diatas bisa berubah ketika terjadi hal hal diluar dugaan, misalnya faktor alam, cuaca tidak mendukung, atau harga telur dipasaran yang terkadang turun drastis, sehingga sewaktu waktu peternak terkadang merugi dengan harga telur yang tidak tentu


KESIMPULAN

Pada dasarnya, usaha ternak puyuh sampai saat ini masih merupakan peluang usaha yang sangat bagus, karena permintaan pasar yang lumayan tinggi.
Namun kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pemeliharaan dan usaha ternak puyuh tersebut menjadikan usaha ternak puyuh tidak segaung usaha ternak ayam broiller. Kesempatan ini merupakan peluang besar bagi siapapun yang ingin mengembangkan usaha ternak puyuh tersebut.

1 comments: